oleh David Crane
DefenseReview.com akan melakukan sebuah rencana di disempurnakan-letupan senjata / peluru, alias thermobaric senjata / peluru untuk umum infantri dan Operasi Khusus (SpecOps) digunakan, terutamanya yang sedang dikembangkan oleh Talley Pertahanan, secepat kami bisa. Di masa lalu, kita telah membahas beberapa thermobaric Pertahanan Talley pekerjaan dan KBP RPO-A Shmel (aka RPO-A Shmel, alias RPO Shmel) bahu-roket yang ditembakkan penyembur api (iaitu thermobaric senjata). Talley Pertahanan telah mengembangkan RPO-A Shmel-seperti versi thermobaric mereka PANAS 66mm Rocket M72 HUKUM (Light Anti-Tank Weapon). Senjata baru tampak seperti pepatah panas (alasan permainan kata). DefenseReview telah melihat video ini thermobaric M72 HUKUM dalam tindakan, dan itu mengesankan (video dan sistem senjata). Sebuah catatan cepat pada senjata thermobaric: ...
It's Defense Review pemahaman bahawa Perkataan "thermobaric" berasal di Russia selama hari-hari Tirai Besi. Di sini di Sarawak, kami menyebut sama ini jenis senjata sebagai bahan bakar-udara bahan letupan. Kata menggabungkan Perkataan Greek "termo" (panas) dan "Baros" (tekanan), yang menjelaskan bagaimana sebuah senjata thermobaric beroperasi. Pertama, senjata mendedah overpressure mencipta gelombang / letupan dan mengedar sebuah agen combustable baik dalam aerosol atau gel, kemudian membakar itu, mencipta sebuah bola api raksasa yang menghabiskan semua oksigen di daerah, yang menciptakan kekosongan yang mendalam. Rusia juga merujuk kepada thermobaric senjata sebagai "volumetrik bahan letupan".
Push besar sekarang adalah thermobaric / disempurnakan-letupan peluru yang menggabungkan kemampuan penetratif sehingga akan pertama menembusi struktur / material dan kemudian deflagrate di belakangnya, meneutralkan sesiapa pun di dalam. Thermobaric / disempurnakan-letupan senjata bekerja dengan baik di dalam bilik tertutup.
Lagi pula, DefRev akan melakukan kajian tentang semua pelbagai senjata untuk infantri thermobaric digunakan, dan kembali kepada pembaca kami secepat kami bisa. Jadi, menantikan.